futualblog


2 Days in Paris
November 23, 2007, 5:19 pm
Filed under: Film

2_days_in_paris_1


Apa? Film bergenre komedi romantis yang ditulis, disutradarai,
dibintangi, bahkan di-scoring-i oleh Julie Delpy (Before Sunrise, Before
Sunset). Selain Delpy, film yang dirilis tahun 2007 ini juga dibintangi Adam
Goldman (mantan Delpy dalam kehidupan sebenarnya) dan kedua orang tua kandung
Delpy.

 

Bagaimana? Jack, seorang Yahudi-born-Amerika, tengah berlibur di
Eropa bersama dengan pacar-dua-tahunnya, Marion, si fotografer asli Perancis. Setelah
Venice, pasangan itu singgah dua hari di Paris, hometown Marion. Di sana mereka
tinggal di apartemen satu kamar di atas kediaman orang tua Marion. Dari sini
dimulailah momen lost in translation Jack, di mana ia berhadapan dengan orang
tua Marion yang tak berbahasa Inggris, perdebatan Marion-sopir taksi yang tidak
ia mengerti, sampai ‘teman-teman pria’ Marion yang membuat Jack sangat cemburu.

 

Mengapa? Heuhh, saya selalu punya soft spots buat komedi-komedi
romantis. Mulai dari yang bersetting jadul (Sense and Sensibility, A Knight’s
Tale, Pride and Prejudice) sampai yang bersetting masa kini (Must Love Dogs,
Love Actually, Moonstruck). Maka saya langsung tertarik ketika mendengar Julie
Delpy membuat film tentang perjalanan dua hari pasangan Amerika-Perancis di
Paris. Saya bertanya-tanya, wah, apa ini semacam pengulangan Before Sunset?
Before Sunset adalah film full dialog buatan sutradara favorit saya Richard
Linklater (Before Sunrise, School of Rock) yang dibintangi Ethan Hawke juga
Julie Delpy sendiri. Apakah Delpy bisa mengulang atau bahkan melampaui sukses
Before Sunset? Dan pertanyaan-pertanyaan itu pun terjawab ketika akhirnya saya
menonton 2 Days in Paris: film ini sangat segar dan layak tonton!

Meskipun settingnya sama, film ini berbeda dengan Before Sunset. 2 Days in
Paris bertutur dengan caranya sendiri. Temanya matang, komedinya nggak slapstick,
dan romantisnya nggak picisan. Kebetulan di DVD bajakan yang saya tonton
subtitlenya buruk, tapi justru membuat saya makin paham bagaimana si Jack
merasa terkucilkan di tengah orang-orang berbahasa Perancis. Menurut saya yang juga
bikin film ini tambah oke adalah narasi voice overnya. Manis dan personal.
Kalau sedang ingin feel good daripada baca buku self helping mending nonton
film ini saja.




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>