Filed under: Film
Apa? Film drama produksi Denmark ini masuk nominasi Oscar
untuk film berbahasa asing terbaik tahun 2006. Sutradaranya Susanne Bier (Things We Lost
in the Fire).
Bagaimana? Ceritanya tentang Jakob, seorang pria bule single
idealis (it’s not that there is something wrong about them) pengelola panti asuhan bagi anak-anak miskin di India. Bule itu
dihadapkan pada fakta bahwa dirinya mesti kembali lagi ke Denmark, tanah
kelahiran pun masa lalunya. Tujuan Jakob pulang kampung adalah mencari sokongan
dana bagi panti asuhan yang dikelolanya. Ia berniat kembali ke India segera
setelah urusan dengan donatur rampung. Namun rupanya di Denmark Jakob menemukan
bahwa ternyata ia punya keluarga yang juga harus dipertimbangkan.
Mengapa? Film ini signifikan karena ceritanya logis, sederhana
tapi digarap dengan total. Benar-benar total. Plotnya yang lurus (yang
berpotensi membosankan) dibuat jadi indah dengan angle kameranya yang luar biasa.
Kasarnya After the Wedding adalah versi bagusnya Heart [meskipun antara film
ini dan Heart bisa diibaratkan seperti langit dan bumi (hahahahahah)]. Secara
pribadi yang membuat saya suka dengan After the Wedding adalah lagu-lagunya. Pembukaannya
saja Sigur Ros yang Vaka. Pedih tapi uplifting, film ini sangat direkomendasikan.
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
