futualblog


Hari Libur Terakhir, Saya Pun Menulis Diary
June 1, 2008, 6:56 am
Filed under: Diary Klab Nulis

1 Juni 08

 
“Menulis fanfic melatih kita untuk lebih memahami
karakter dan alam (setting) dalam
cerita yang kita suka.” Begitu kira-kira perkataan Erick, fasilitator Klab
Nulis Reading Lights, pada pertemuan
mingguan hari Sabtu kemarin yang juga dihadiri oleh Aji, Myra, Uli, Alexandra the newcomer, saya, dan Anas.

 
Fanfic sendiri
merupakan karya fiksi berdasarkan buku, film, acara televisi, atau media
lainnya, yang dibuat oleh penggemar buku, film, acara televisi, atau media
lainnya tersebut. Maksudnya dalam membuat fanfic,
si penulis menggunakan setting,
penokohan, maupun alur dari karya yang disukainya. Ditunjang dengan
perkembangan teknologi internet, saat ini semakin banyak saja orang yang
menulis fanfic—klik deh
fanfiction.net. Semakin populer suatu karya, maka akan semakin banyak juga
penggemar yang menulis fanfic
berdasarkan karya tersebut.

 
Kira-kira bertolak
dari pemikiran tersebut, tantangan bagi peserta Klab Nulis kemarin adalah
membuat sebuah fanfic. Pertama-tama,
semua diinstruksikan untuk menulis karakter, setting, dan lain-lain dari buku,
film, atau serial televisi yang kami suka. Contoh: Harry, Ron, Hermione, setting Hogwarts. Walaupun begitu fanfic sebetulnya cukup fleksibel,
dengan menggunakan tokoh-tokoh yang sama dengan serial Harry Potter setting fanfic bisa dipindah, katakan
dari Hogwarts ke Tokyo. Atau setting-nya
tetap Hogwarts tetapi karakternya diganti Julian, Dick, George, Annie, dan
Timmy. Dipilih mana yang lebih merangsang imajinasi, lah. Lalu tulislah fanfic-nya!

 
Terakhir, kami
membacakan fanfic masing-masing.
Semua peserta muncul dengan karakter-karakternya yang khas: tulisan Myra
berdasarkan Veronica Decides to Die
karya Paolo Coelho, apabila di buku Paolo Coelho Veronica-nya hidup, di fanfic Myra Veronicanya mati dan menjadi
jahat; folk tale lelaki peniup
seruling pengusir tikus mempengaruhi fanfic
Uli; Alexandra menulis bagian
cerita dari Sandman-nya Neil Geiman
yang menurutnya kurang terjabarkan; saya menggunakan karakter
kakak-adik-benci-tapi-rindu, Vera dan Nadejda, dari novel A Short History of Tractors in Ukrainian; fanfic Anas berdasarkan film Swiss yang berjudul Vitus—ia mengubah settingnya jadi di Indonesia; tulisan Erick terinspirasi film Ada Apa dengan Cinta? dengan plot Rangga
yang tak jadi pulang disertai penampilan cameo
dari Cinta Laura; Aji menutupnya
dengan membacakan cerita yang surprisingly
orisinal tentang pertemuan Lucky Luke dengan The Beatles!

 
Kalau
dipikir-pikir, berdasarkan pengalaman kemarin, ternyata menulis fanfic nggak hanya membuat kami belajar
tentang unsur-unsur karya favorit masing-masing. Kami pun jadi semakin
mengenali karakter tulisan kami sendiri, toh meskipun menulis fanfic kami masih tetap lekat dengan ciri
khas penulisan masing-masing, ya kan?




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>